<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Mohammad Reza Latief</title>
	<atom:link href="https://mohammadrezalatief.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mohammadrezalatief.com</link>
	<description>Solo Traveler</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2021 03:54:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.8</generator>

<image>
	<url>https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/cropped-cropped-logow-1-32x32.png</url>
	<title>Opini &#8211; Mohammad Reza Latief</title>
	<link>https://mohammadrezalatief.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Tiba-Tiba Ingin Jadi Penulis?</title>
		<link>https://mohammadrezalatief.com/kenapa-tiba-tiba-ingin-jadi-penulis/</link>
					<comments>https://mohammadrezalatief.com/kenapa-tiba-tiba-ingin-jadi-penulis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mohammadrezalatief]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2020 08:42:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mohammadrezalatief.com/?p=753</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalian semua salah! Saya bukan hanya ingin jadi penulis saja&#8230; &#8230;bahkan dulu itu saya pengen jadi seorang aktor, pernah punya cita-cita masuk dunia entertain, pengen jadi motivator, pelukis, juga sering bermimpi jadi pakar ekonomi ternama. Tapi tahu tidak? Dari semua yang saya sebutkan di atas, tidak ada yang benar-benar mampu<a class="moretag" href="https://mohammadrezalatief.com/kenapa-tiba-tiba-ingin-jadi-penulis/"> Read more&#8230;</a></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/kenapa-tiba-tiba-ingin-jadi-penulis/">Kenapa Tiba-Tiba Ingin Jadi Penulis?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Kalian semua salah!</em>  Saya bukan hanya ingin jadi penulis saja&#8230;</p>



<p>&#8230;bahkan dulu itu saya pengen jadi seorang aktor, pernah punya cita-cita masuk dunia entertain, pengen jadi motivator, pelukis, juga sering bermimpi jadi pakar ekonomi ternama. </p>



<p>Tapi tahu tidak? </p>



<p>Dari semua yang saya sebutkan di atas, tidak ada yang benar-benar mampu menggerakan saya untuk berbuat dan mengambil tindakan. Saya tidak mengusahakannya dengan tekun, dan pada akhirnya semua itu hanya menjadi bayangan indah setiap penghujung malam, ritual sebelum tidur.</p>



<p>Kalau dibilang saya yang nggak passion atau kurang berbakat, itu keliru. Karena faktanya sayanya saja yang nggak mau belajar dan mengikuti prosesnya yang emang nggak mudah.</p>



<p>Dan pada akhirnya terombang ambing dalam menentukan mau jadi apa saya nantinya. That&#8217;s All&#8230;</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Berbakat Karena Ditempa</h2>



<p><strong>&#8220;lebih baik iri pada orang yang berusaha keras daripada iri pada orang yang terlahir dengan bakat&#8221;</strong></p>



<p>Seorang pelari hebat tidak didapat karena terlahir dengan kakinya yang panjang, menjadi koki yang handal bukan disebabkan oleh fungsi lidah yang kuat indera perasanya. Sangat jauh dari itu semua. </p>



<p>Hal yang paling menentukan dirimu untuk menjadi ahli adalah seberapa besar dedikasi dan usahamu.</p>



<p>Berbeda dengan dunia kepenulisan yang saat ini sedang saya geluti. Bukannya mau mengklaim bahwa saya adalah seorang penulis, namun saya sadar menulis itu keharusan yang bukan sekedar bakat tapi perlu keseriusan yang bukan main-main. itulah yang membuat saya ingin menjadi penulis profesional dan hebat.</p>



<p>Yang kemudian membuat saya rela membayar agar bisa memahami lebih dalam dan jatuh cinta dengannya. Saya mengusahakan agar kegiatan tulis menulis tidak hanya menjadi impian belaka namun terus memaksimalkan potensinya.</p>



<p>Kamu juga pasti pernah berada dalam kondisi ini, ketika kamu sendiri pun kurang yakin dengan apa yang kamu kejar dan jadi kurang bersemangat.</p>



<p>Yang sebenarnya bukan disitu letak masalahnya, tapi kamu mau tidak bersulit-sulit dahulu? Untuk terus menuntut diri melakukan dan mencari cara terbaik untuk menjadi<strong> </strong><em>&#8220;bisa&#8221;</em>.</p>



<p>Karena banyak orang yang belum benar-benar fight tapi udah nyerah duluan, dan memilih sesuatu yang di rasa lebih mudah dan nyaman kalau dikerjakan.</p>



<p>Padahal kamu tahu kalau yang nyaman itu akan kalah dengan yang berjuang. Hahaha</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Terus sebenarnya saya ingin jadi apa sih?</h2>



<p>Jawabannya simpel, saya ingin sukses, saya ingin jadi kaya dan banyak uang, kepengen punya penghasilan besar yang bisa dipakai buat biaya kesehatan dan membahagiakan orang tua dan keluarga, nggak harus terlilit hutang-hutang, dan mampu memenangkan hati calon mertua *Eh&#8230;</p>



<p>Tapi, buat dapetin itu semua saya harus melakukan dengan cara apa yang jadi pertanyaannya!</p>



<p>Menulis bukanlah pencapaian final saya tapi sebaliknya saya mengawali perjuangannya bersama dengan tulisan-tulisan saya yang setiap harinya akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan pengetahuan saya yang juga akan semakin meningkat.</p>



<p>Dan jika nantinya saya menggapai kesuksesan bukan karena menulis maka saya akan terus menulis dan menulis untuk menebarkan kebaikan dan berbagi banyak hal yang bisa menginspirasi orang lain. </p>



<p>Sekali lagi menjadi penulis adalah pilihan yang saya ambil untuk mendampingi proses saya meraih apa yang saya dambakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Saya dan kamu harus bisa menulis</h2>



<p><em>Emang harus banget yah jadi penulis?</em></p>



<p>Harus, karena menulis itu bagian dari cara kerja otak, melatih kita untuk terus berpikir secara terstruktur dan konseptual.</p>



<p>Apalagi di era digitalisasi yang semakin maju ini kita tentunya semakin terhubung dengan berbagai orang di dunia. Persoalan ruang dan waktu yang berbeda tidak menjadi penghalang untuk bisa saling berinteraksi. </p>



<p>Menulis menjadi satu-satunya cara paling relevan sebagai media komunikasi terbaik, entah itu dalam bentuk teks langsung, dijadikan podcast atau pun video, semuanya perlu dikonsepkan dalam bentuk tulisan.</p>



<p>Udah mulai tertarik dan ingin jadi penulis?</p>



<p>Terserah jika kemudian hari kamu adalah pebisnis sukses, karyawan dengan karir melejit, atau bahkan menjadi seorang influencer di Pemerintahan. Kamu nggak bisa lepas dari menulis.</p>



<p>Menulis juga merupakan bagian dari kerja amal yang bisa kamu lakukan setiap hari serta memberikan dampak positif. Apalagi jika setiap orang yang membaca tulisan kamu merasa tergerak dan melakukan tindakan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun kepada banyak orang.</p>



<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/kenapa-tiba-tiba-ingin-jadi-penulis/">Kenapa Tiba-Tiba Ingin Jadi Penulis?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mohammadrezalatief.com/kenapa-tiba-tiba-ingin-jadi-penulis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Meremehkan Orang Yang Suka Halu!</title>
		<link>https://mohammadrezalatief.com/jangan-remehin-orang-yang-suka-halu/</link>
					<comments>https://mohammadrezalatief.com/jangan-remehin-orang-yang-suka-halu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mohammadrezalatief]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2020 15:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mohammadrezalatief.com/?p=696</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu masih suka halu? Coba kamu ingat, kapan terakhir kali kamu membayang sesuatu yang kamu dambakan dan impikan? Pikiran positif dan bahagia sangat terasa walaupun sebatas angan-angan yang belum terwujud. Kalau bahasa kekinian sering dibilang halu yang sebenarnya itu kependekan dari halusinasi. Mungkin kamu sering dengar orang-orang mengatakan bahwa menghayal<a class="moretag" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-remehin-orang-yang-suka-halu/"> Read more&#8230;</a></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-remehin-orang-yang-suka-halu/">Jangan Meremehkan Orang Yang Suka Halu!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kamu masih suka halu? Coba kamu ingat, kapan terakhir kali kamu membayang sesuatu yang kamu dambakan dan impikan? </p>



<p>Pikiran positif dan bahagia sangat terasa walaupun sebatas angan-angan yang belum terwujud.</p>



<p>Kalau bahasa kekinian sering dibilang <em>halu </em>yang sebenarnya itu kependekan dari halusinasi.</p>



<p>Mungkin kamu sering dengar orang-orang mengatakan bahwa menghayal itu nggak baik lah, suka kebanyakan mimpi, &nbsp;kurang kerjaan dan lain sebagainya, Hm&#8230;</p>



<p>Jangan remehin orang yang suka halu, bisa jadi kamu &#8220;tertampar&#8221; oleh orang yang kamu remehin itu ketika dia berhasil mewujudkannya. </p>



<p>Tapi, siapa sih yang nggak pernah halu di dunia ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Semua Berawal Dari Mimpi</h2>



<p>Coba kamu pandangi apa yang ada di sekeliling kamu, kemudian kamu renungi baik-baik.</p>



<p>Semuanya berawal dari mimpi dan angan-angan. Kursi yang sedang kamu duduki, baju yang kamu pakai hari ini, kasur tempat kamu tidur, bahkan handphone yang kamu gunakan saat ini adalah sesuatu yang sebelumnya pernah dibayangkan oleh orang lain.</p>



<p>Coba kamu bayangkan, bagaimana jadinya jika sebelumnya tidak ada orang yang pernah memikirkan tentang bagaimana caranya supaya bisa nyaman saat tidur, mungkin kita tidak akan pernah merasakan empuknya tidur di kasur.</p>



<p>Atau bagaimana bisa seseorang berpergian dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh, jika tidak ada yang membayangkan untuk terbang menggunakan pesawat? </p>



<p>Sekali lagi, semua itu berawal dari sekedar bermimpi dan berkhayal</p>



<p>Jadi, kamu seharusnya juga nggak usah khawatir untuk membayangkan sesuatu yang besar bisa kamu hadirkan dalam kehidupanmu, karena kamu juga memiliki kemampuan untuk membayangkan apapun itu dan mewujudkannya menjadi kenyataan.</p>



<p>Bahkan kalau kamu mau ingat-ingat lagi kembali saat masih kecil, sesuatu yang terjadi pada kamu hari ini. Bisa jadi adalah apa yang pernah kamu bayangkan di masa lalu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Biarkan Semesta Membantumu</h2>



<p><em>&#8220;Semakin banyak Anda menggunakan daya kekuatan di dalam diri Anda, semakin banyak daya yang akan tertarik kepada Anda” </em>–Michael Bernard Beckwith</p>



<p>Sadar atau tidak, setiap hal yang kamu pikirkan, ucapkan, dan kamu ekspresikan selalu di tangkap oleh alam semesta dan akan dipantulkan kembali dalam wujud yang nyata. Itulah yang disebut sebagai hukum tarik menarik atau The Law Of Attraction.</p>



<p>Mungkin kamu sudah pernah mendengar sebelumnya tentang teori ini, atau bahkan mengalaminya sendiri.</p>



<p>Saya masih ingat ketika pada tanggal 17 agustus tahun 2019. Saya pernah memposting di instagram stories saat masih berkerja sebagai karyawan kontrak di Perusahaan <em>Start-up</em> yang dibangun oleh Belva devara yang juga saat ini merupakan CEO-nya.</p>



<p>Ketika itu saya masih berada di kota Gorontalo dan bertugas selama tiga bulan, sebelum akhirnya dipindahkan kembali ke kota Manado.</p>



<p>Dalam postingan tesebut saya memberikan tulisan dengan caption, ”Sampai jumpa tahun depan CEO!”&nbsp;</p>



<p>Dan tahu tidak apa yang terjadi setelah itu?</p>



<p>Saya berkesempatan untuk pindah regional dari Sulawesi Utara ke Jakarta di tahun 2020 tepatnya bulan Januari. Selain itu saya juga bisa bertemu langsung Founder dari Platform Sekolah online tersebut pada salahsatu kantornya yang terletak di Jakarta Selatan.</p>



<p>Walaupun saya ingin bisa bertemu langsung dengan mas Belva, tapi sebenarnya  saya tidak melakukan banyak persiapan dan rencana apapun. Semua hanya sekedar berangan-angan biasa seperti yang dilakukan kebanyakan orang di luar sana, hal yang mungkin kamu juga pernah melakukannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Cuman Sebatas Sadar</h2>



<p>Karena mimpi dengan kenyataan itu cuman sebatas sadar dari lelap, sebatas bangun dari tidur, sebatas bergerak dari diam.</p>



<p>Sebatas yang hidup dan yang mati.</p>



<p>Kalau kamu masih bisa sadar dari mimpi kamu yang nggak akan datang dengan sendirinya, kamu pasti bisa buat mewujudkannya.</p>



<p>Ibarat sebuah api, mewujudkan impian dan cita-cita kamu juga perlu pemicunya. Kamu harus bisa membuat percikan-percikan untuk membuat sebuah api, begitu juga dengan mimpimu. Kamu harus bergerak dan memberikan dorongan-dorongan yang diperlukan untuk menjadikannya kenyataan.</p>



<p>Jangan mau hidup selamanya dalam mimpi, karena dalam mimpi kamu nggak akan sepenuhnya menggenggam apa yang kamu impikan tersebut.</p>



<p>So, mulailah bangun mimpimu dan sadarkanlah dirimu agar menjadikannya sebagai kenyataan dan jangan pernah ragu.</p>



<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-remehin-orang-yang-suka-halu/">Jangan Meremehkan Orang Yang Suka Halu!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mohammadrezalatief.com/jangan-remehin-orang-yang-suka-halu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Takut Walau Masih Nganggur!</title>
		<link>https://mohammadrezalatief.com/jangan-takut-nganggur/</link>
					<comments>https://mohammadrezalatief.com/jangan-takut-nganggur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mohammadrezalatief]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2020 13:44:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mohammadrezalatief.com/?p=642</guid>

					<description><![CDATA[<p>“To be idle and to be poor have always been reproaches, and therefore every man endeavors with his utmost care to hide his poverty from others, and his idleness from himself.” — Samuel Johnson (Menganggur dan miskin selalu merupakan celaan, dan oleh karena itu setiap orang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk<a class="moretag" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-takut-nganggur/"> Read more&#8230;</a></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-takut-nganggur/">Jangan Takut Walau Masih Nganggur!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="685" src="https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608-1024x685.jpg" alt="" class="wp-image-643" srcset="https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608-1024x685.jpg 1024w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608-300x201.jpg 300w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608-768x513.jpg 768w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608-1536x1027.jpg 1536w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608-600x401.jpg 600w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-tim-gouw-52608.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Foto oleh <strong><a href="https://www.pexels.com/id-id/@punttim?utm_content=attributionCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=pexels">Tim Gouw</a></strong> dari <strong><a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/bekerja-belajar-berfungsi-berjuang-52608/?utm_content=attributionCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=pexels">Pexels</a></strong></figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“To be idle and to be poor have always been reproaches, and therefore every man endeavors with his utmost care to hide his poverty from others, and his idleness from himself.” — Samuel Johnson</p><p>(Menganggur dan miskin selalu merupakan celaan, dan oleh karena itu setiap orang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyembunyikan kemiskinannya dari orang lain, dan ketiadaan kegiatannya dari dirinya sendiri.)</p><p></p></blockquote>



<p>Semenjak pandemi, banyak diantara kita yang pada akhirnya harus menghadapi berbagai masalah yang cukup sulit dan memberatkan. Mulai dari masalah keuangan, pekerjaan, keluarga, pendidikan, hingga kesehatan.</p>



<p>Rasanya hari-hari di Tahun ini agak lebih berat untuk dijalani yah!</p>



<p>Saya sendiri pun demikian tidak lepas dari ujian ini. Sudah lebih dari 3 bulan tidak punya penghasilan setelah putus kontrak kerja, dan akhirnya harus kembali pulang ke Rumah dan menjadi tanggungan orang tua diusia yang sudah segini.</p>



<p>Walau masih nganggur, bukan artinya saya menginginkan hal tersebut.</p>



<p>Karena sejujurnya saya merasa terbebani dengan hal ini, tapi di satu sisi saya tetap harus bersyukur dan menerima bagaimana pun kondisinya. Saya nggak perlu takut dan khawatir karena ada hal lain dari pengangguran yang bisa kita maknai lebih positif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Nganggur itu pilihan</h2>



<p>Menjadi pengangguran bukan berarti buruk, kadang seseorang terpaksa harus berada pada posisi ini karena berbagai faktor dan alasan yang nggak bisa dipandang sebelah mata.</p>



<p>Yang pada akhirnya membuat kita untuk memilih, “Ok, nggak apa-apa saat ini gua nganggur!”</p>



<p>Mungkin sudah banyak contoh bisa kita lihat orang-orang di sekitar yang pada akhirnya menunda untuk bekerja karena menunggu hal yang lain yang lebih diprioritaskan daripada sekedar melamar pekerjaan seadanya.</p>



<p>Jadi kalau kita melihat seseorang yang jadi pengangguran, bukan berarti dia nggak bisa dapetin pekerjaan. Tapi, bisa jadi karena memang dia sendiri yang memutuskan untuk belum berkerja, dengan berbagai pertimbangan yang ia punya.</p>



<p>Kita nggak punya hak buat nge-judge ataupun memberikan penilaian negatif terhadap orang tersebut.</p>



<p>Saya pribadi untuk sekarang ini harus tetap di Rumah karena merawat ibu yang terkena penyakit <em>Diabetes melitus</em> di kakinya. Luka parah yang menyebabkan ibu nggak bisa ngapa-ngapain dan setiap malamnya merintih kesakitan akibat pembuluh darah yang sudah rusak.</p>



<p>Setiap hari saya harus mengurangi waktu tidur dan membantu ayah mengurusi pekerjaan rumah, yang dulunya bisa ibu lakukan sendiri.</p>



<p>Dan ada banyak orang diluar sana yang mungkin memiliki masalah yang sama atau bahkan lebih berat lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">#Pengangguran yang Visioner Atau Orang sibuk tanpa Tujuan?</h2>



<p>So, kalau di suruh pilih menjadi pengangguran yang punya mimpi atau punya pekerjaan tapi nggak ada visi, kamu pilih mana?</p>



<p>Kalau saya,</p>



<p>Mending saya pilih jadi pengangguran. Banyak kok saat ini orang-orang yang melakukan banyak hal tapi belum tahu dengan tujuan atau goals apa yang ingin dia raih. Yang pada akhirnya waktu yang dimiliki habis terbuang dan hasilnya pun nihil.</p>



<p>Sebagai contoh, saya punya seorang teman yang sangat sibuk melakukan hal-hal yang sebenarnya nggak linier dengan apa yang dia punya dan inginkan. Setelah saya bertanya tentang tujuannya dia melakukan hal tersebut, dia sendiri nggak bisa jawab.<em> Lah!</em></p>



<p>Banyak kerjaan tapi tidak bisa menentukan tujuan dari apa yang kamu lakukan selama ini, untuk apa? Cuman agar kelihatan punya kerjaan aja gitu!</p>



<p>Berbeda dengan orang-orang yang kelihatannya nggak punya pekerjaan tapi sebenarnya udah punya banyak rencana dan persiapan buat menggapai sesuatu yang dia inginkan. </p>



<p>Orang-orang yang seperti ini bukannya nggak produktif,&nbsp; melainkan hanya persoalan waktu saja dan momentum yang tepat agar dia bisa melebarkan sayapnya dan berkembang menjadi sesuatu yang lebih bernilai.</p>



<p>Kalau pengangguran hanya masalah waktu, sedang yang sok sibuk menghabiskan waktu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“In the long run, the right answer to unemployment is to create more jobs.” — George W. Bush</p><p> (Dalam jangka panjang, jawaban yang tepat untuk pengangguran adalah menciptakan lebih banyak pekerjaan) </p><p></p></blockquote>



<p>Saya bersyukur saat ini walaupun dalam keadaan tanpa penghasilan, nggak punya pekerjaan, pusing mikirin jodoh <em>*eh*,</em> dan sering terbebani. Itu nggak menjadikan saya kehilangan arah dan target apa yang harus bisa saya capai.</p>



<p>Pada dasarnya saat ini saya lebih memiliki banyak waktu untuk me-refresh kembali pikiran saya dari berbagai persoalan yang memang nggak seharusnya saya pikirkan. Saya lebih punya waktu untuk merawat ibu saya dan berbakti pada orang tua. Sesuatu yang selama ini sering terabaikan.</p>



<p>Saya nggak mau pada akhirnya pekerjaan dan banyak uang yang saya punya, sebaliknya menjauhkan saya dari orang-orang yang saya sayangi.</p>



<p>Hal-hal yang seharusnya saya lakukan juga bisa lebih terlihat dan memfokuskan semuanya ke sana. Sesuatu yang dulu yang tidak pernah saya miliki, kini berubah menjadi kebiasaan baru yang harus saya kembangkan dan perjuangkan.</p>



<p>Masalah tentang masa depan saya hanyalah tentang waktu dan momentum yang tepat. Mungkin hari ini tuhan memberikan saya kesempatan untuk membuat jeda dikehidupan saya agar bisa memaksimalkan kemampuan saya dan kembali melihat kedalam diri tentang sesuatu yang akan diberikan kepada saya nantinya.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-takut-nganggur/">Jangan Takut Walau Masih Nganggur!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mohammadrezalatief.com/jangan-takut-nganggur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spiritualitas dan Intelektualitas</title>
		<link>https://mohammadrezalatief.com/spiritualitas-dan-intelektualitas/</link>
					<comments>https://mohammadrezalatief.com/spiritualitas-dan-intelektualitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mohammadrezalatief]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 06:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mohammadrezalatief.com/?p=168</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malam itu saya di minta ayah untuk membelikan mie bakso untuk ibu di salah satu tempat di kampung islam manado. Semenjak selesai operasi penyakit diabetes melitus di kakinya, ibu jadi jarang makan dan meminta membelikan makanan yang ia sukai dibandingkan masakan Rumah. Saya mengajak adik saya yang paling bungsu untuk<a class="moretag" href="https://mohammadrezalatief.com/spiritualitas-dan-intelektualitas/"> Read more&#8230;</a></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/spiritualitas-dan-intelektualitas/">Spiritualitas dan Intelektualitas</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="960" height="720" src="https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/label2.png" alt="" class="wp-image-169" srcset="https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/label2.png 960w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/label2-600x450.png 600w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/label2-300x225.png 300w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/label2-768x576.png 768w, https://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/09/label2-80x60.png 80w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<p>Malam itu saya di minta ayah untuk membelikan mie bakso untuk ibu di salah satu tempat di kampung islam manado. Semenjak selesai operasi penyakit diabetes melitus di kakinya, ibu jadi jarang makan dan meminta membelikan makanan yang ia sukai dibandingkan masakan Rumah.</p>



<p>Saya mengajak adik saya yang paling bungsu untuk menemani sambil ngobrol-ngobrol santai.</p>



<p>Saat perjalanan menuju pulang saya mengatakan padanya bahwa sekarang ini kalau mau kemana-mana harus pakai masker karena nantinya akan ada razia dari kepolisian dan bisa kena denda.</p>



<p>Terus adik saya bertanya, <em>&#8220;Apakah gara-gara ada dokter yang meninggal, &nbsp;Makanya semakin diperketat?</em></p>



<p>Saya bilang tidak juga, karena saat ini virus korona masih menyebar dan sudah semakin luas. Agar menghindari lebih banyak korban maka aturan yang berkaitan harus dipertegas lagi.</p>



<p>Selanjutnya adik saya berkata lagi &#8220;<em>Korona itu nggak ada, ada seorang maulana yang bisa pulang balik india, dan sekarang masih baik-baik saja. Selain itu hanya modal ktp saja dia bisa berpergian!”</em></p>



<p>Memang akhir-akhir ini si bungsu sering mendengarkan pembicaraan dan cerita-cerita dari kelompok <strong>Jamaah Tablig</strong> yang berada di kompleks kami. Dia senang memperhatikan dan saya rasa baik jika dia ingin belajar.</p>



<p>Tapi saya tidak mau adik saya menerima mentah-mentah informasi yang dia dapatkan, makanya saya menguji dengan memberikan beberapa pertanyaan.</p>



<p><em>&#8220;Bagaimana bisa maulana pergi ke India tanpa bawa apa-apa dan cuman ktpnya saja?&#8221;</em></p>



<p>Adik saya membalas, <em>&#8220;Yang penting yakin!&#8221; </em>Katanya.</p>



<p>Wah, saya sedikit geram mendengarnya, nggak bisa kalo gini cara pikir adik saya.</p>



<p>Saya kemudian melontarkan pertanyaan lagi,</p>



<p><em>Terus maulana berangkatnya naik apa?</em></p>



<p><em>Apakah maulana bayar pesawat/kapal pakai Ktp?</em></p>



<p><em>Gimana ngurusin passport dan visanya dik?</em></p>



<p>Sejenak adik saya terdiam dan balik mengatakan bahwa saya nggak tahu apa-apa tentang mereka. Begitulah kalau sudah yakin&#8230;</p>



<p><strong>Hmm&#8230;</strong></p>



<p>Saya bilang, kalau kamu mau dengar suatu informasi jangan telan mentah-mentah, belajarlah bertanya dan mencari tahu kenapa dan bagaimana bisa terjadi.</p>



<p>Setelah itu saya sempat kaget karena dia menyebut saya sebagai orang yang beraliran Salafi karena memperdebatkannya. Saya tertawa heran, dan menegaskan bahwa tidak semua yang berbeda dengan kamu dan kemudian kamu bisa memberikan spekulasi bahwa dia alirannya lain.</p>



<p><strong><em>Kamu nggak boleh men-judge seseorang seperti itu, Apalagi jika kamu berpikir lebih baik dari seseorang&#8230;</em></strong></p>



<p>Saya melakukan hal tersebut agar adik saya bisa lebih kritis dan menyaring informasi sebelum benar-benar dia jadikan sebagai pegangan.</p>



<p>Saya ingin dia juga belajar memahami perbedaan pendapat dan tidak langsung memberikan penilaian baik buruknya sesuatu, jika dia sendiri pun nggak punya landasan akan hal itu.</p>



<p>Walaupun dia sedikit tersinggung dan mengalihkan pembicaraan. Saya tetap menjelaskan supaya dia bisa lebih memahami arti dari pembelajaran.</p>



<p>Apalagi dalam beragama, masih banyak yang dia nggak tahu begitupun saya. Tapi setidaknya dia nggak melupakan fungsi akal dalam menimbang supaya tidak tersesat.</p>



<p>Mungkin benar ada banyak orang yang bermodalkan keyakinan dan bisa melakukan banyak hal yang di rasa nggak masuk akal.</p>



<p>Namun dalam proses mendidik, saya harus mengajarkan adik saya untuk tidak meninggalkan logika dan mengesampingkan akal sehat</p>



<p>Karena islam adalah agama yang menjunjung tinggi akal sehat. Islam hadir untuk memberantas kejahilan dan dengan itu semua maka peradaban islam bisa berkembang hingga saat ini.</p>



<p>Spiritualitas dalam agama itu baik, namun jika tidak didorong dengan spirit intelektual dan ilmu pengetahuan, tentu akan sangat bertolak belakang dengan nilai islam itu sendiri.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/spiritualitas-dan-intelektualitas/">Spiritualitas dan Intelektualitas</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mohammadrezalatief.com/spiritualitas-dan-intelektualitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-hati! Jangan Terlalu Mementingkan Penampilan</title>
		<link>https://mohammadrezalatief.com/jangan-terlalu-mementingkan-penampilan/</link>
					<comments>https://mohammadrezalatief.com/jangan-terlalu-mementingkan-penampilan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mohammadrezalatief]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2020 01:14:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Penampilan itu penting. Tapi jika kamu menjadikannya sebagai patokan dan penilaian terhadap diri kamu dan orang lain. Kamu salah besar!!! Penampilan bukanlah segalanya. Penampilan hanya bumbu dalam memperkuat karakter kamu. Tidak serta merta menjadikan kamu paling tinggi derajatnya dari orang lain. &#8220;Apakah salah kalau kita memperbagus penampilan?&#8221; Hmm&#8230; Sebenarnya tidak<a class="moretag" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-terlalu-mementingkan-penampilan/"> Read more&#8230;</a></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-terlalu-mementingkan-penampilan/">Hati-hati! Jangan Terlalu Mementingkan Penampilan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="clear: both; text-align: center;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/08/opini.png"><img decoding="async" src="http://mohammadrezalatief.com/wp-content/uploads/2020/08/opini-300x225.png" width="640" border="0" data-original-height="720" data-original-width="960" /></a></div>
<p style="text-align: justify;"><b>Penampilan itu penting. Tapi jika kamu menjadikannya sebagai patokan dan penilaian terhadap diri kamu dan orang lain.</b></p>
<div style="text-align: justify;">Kamu salah besar!!!</p>
<p>Penampilan bukanlah segalanya. Penampilan hanya bumbu dalam memperkuat karakter kamu.</p>
<p>Tidak serta merta menjadikan kamu paling tinggi derajatnya dari orang lain.</p>
<p>&#8220;Apakah salah kalau kita memperbagus penampilan?&#8221;</p>
<p>Hmm&#8230;<br />
Sebenarnya tidak ada yang salah jika kamu memiliki keinginan agar penampilan lebih baik.</p>
<p>Sah-sah saja.</p>
<p>Karena itu adalah hak kamu. Jika dengan demikian kamu lebih senang dan bahagia, kenapa tidak?</p>
<p>Namun kamu harus berhati-hati karena kebanyakan orang sering dan selalu terjebak dalam kondisi ini.</p>
<p>Dan bukannya menjadikan kamu bahagia, tapi malah sebaliknya menderita.</p>
<p>Hal negatif yang terjadi pada diri kamu<br />
#Tidak percaya diri<br />
#Menilai dari luarnya saja<br />
#Jadi Palsu<br />
#insecure<br />
#stress</p>
<p>Coba fikir lagi,</p>
<p>Yang kamu lakukan seharusnya hanya untuk memuaskan diri kamu sendiri dan bukan sebaliknya terperangkap pada bagaimana orang memandang kamu.</p>
<p>Lakukan jika kamu suka, tidak usah khawatir dengan orang lain.</p>
<p>Karena mereka yang mencintai kamu akan tetap menerima kamu apa adanya.</p>
<p>Tetap semangat!<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/share/clipdata_200824_090952_191.sdoc--></p>
</div>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com/jangan-terlalu-mementingkan-penampilan/">Hati-hati! Jangan Terlalu Mementingkan Penampilan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://mohammadrezalatief.com">Mohammad Reza Latief</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mohammadrezalatief.com/jangan-terlalu-mementingkan-penampilan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
