
Siapa orang yang kamu kenal dan memiliki perasaan gak enakan pada orang lain, atau mungkin kamu salah satunya?
Tenang saja itu normal dan it’s okay punya perasaan ini!
Beberapa orang memang terlahir dengan perilaku gak enakan, entah karena menghormati dan menghargai, atau sekedar tidak ingin menyakiti perasaan orang lain.
Yup, saya juga adalah satu dari jutaan orang yang “terpilih” untuk memiliki sifat ini.
Faktanya memang ada banyak orang yang memilikinya dan pada prakteknya sering kali berdampak negatif bagi kehidupan, misalnya…
…ketika kita sering tidak enakan untuk menyampaikan pendapat atau isi hati kita dan pada akhirnya orang-orang mudah memanipulasi kita dan membuat kita sering merasa bersalah pada setiap sikap yang kita tunjukan,
Atau seperti yang belum lama ini diucapkan teman saya bahwa “kamu akan selalu direndahkan karena ‘gak enakan’ orangnya”. Kamu setuju? Please komen pendapat kamu.
Table of Contents
Perasaan Gak Enakan Itu Netral!
Well, mari kita bedakan dulu sifat gak enakan, manipulatif dan suka merendahkan orang lain adalah variabel yang berbeda walaupun semuanya bisa saling mempengaruhi.
Orang yang manipulatif dan suka merendahkan tetap akan melakukan kebiasaan tersebut kepada seseorang, terlepas targetnya orang yang memang punya sifat gak enakan atau pun tidak,
Begitu juga orang yang memiliki kebiasaan gak enakan ini akan tetap berperilaku sama ke siapapun, tanpa memandang siapa dan bagaimana sifat orangnya.
Positif dan negatif hanyalah bagian dari implikasinya, tapi tahukah kamu…
bahwa perasaan gak enakan pada orang lain ini bukanlah hal buruk yang harus dihilangkan, karena…
Masalahnya bukan pada “perasaan” atau perilakunya, akan tetapi perhatikan seperti apa pengaruhnya ke kita sendiri.
Perasaan gak enakan ini sifatnya netral, maka dari itu penting bagi kita yang memiliki perilaku ini untuk mampu mengelolanya dan menempatkan sesuai dengan porsinya.
Apakah perasaan gak enakan bisa berdampak positif?
Ada beberapa hal positif yang bisa memberikan keuntungan pada kita dari sifat ini, diantaranya:
- Selalu menjaga perkataan yang akan diucapkan
Saat berbicara dengan orang lain kita akan selalu memperhatikan setiap ucapan yang dikeluarkan untuk membuat orang lain bisa mengerti tanpa mendiskriminasi dan melukai.
Lidah adalah bagian tubuh paling ringan namun pengaruhnya besar bila tidak dijaga. Berapa banyak masalah yang terjadi karena penyampaian dan komunikasi yang tidak baik bukan?
- Tidak sembarangan dalam bertindak dan melakukan sesuatu
Setiap kali melakukan sesuatu kita akan selalu mengutamakan konfirmasi dan validasi pada sebuah informasi, apakah tindakan kita sudah tepat dan sesuai atau sebaliknya.
Kita hidup berdampingan dengan orang lain, untuk itu setiap perilaku kita harus bisa menyesuaikan dengan kondisi tempat kita bersosial, tidak sembarang dalam bertindak. Hal ini juga akan membantu kita dalam meminimalisir terjadinya konflik.
Sebagai contoh,
Di negara Perancis adalah hal yang normal ketika mencium seorang teman pria/wanita di pipi mereka namun akan sangat tidak diterima atau bahkan terkesan offensive jika hal tersebut dilakukan di negara Malaysia.
Normal bagi seseorang tidak berarti demikian bagi orang yang lain, and We don’t know other people’s feelings, right?
- Menghargai diri sendiri dan menghormati prinsip orang lain
Perasaan yang selalu mengedepankan respon orang lain ini juga berdampak positif bagi kita dalam menghargai diri sendiri,
karena bisa jadi ternyata kesalahan bertindak dan berkomunikasi membuat orang malah merendahkan dan mempermalukan diri kita sendiri. Kita menjaga agar tidak banyak melakukan kesalahan yang membuat respon seseorang menjadi negatif atau bahkan menilai kita dengan buruk.
Selain itu, tidak mengganggu dan membuat orang lain tidak nyaman dengan sikap kita karena mencederai prinsip atau pendirian mereka.
Jangan sampai perilaku buruk yang tidak ingin kita peroleh dari orang lain, malah kita lakukan sendiri.
Hal yang perlu kamu kontrol dari sifat tidak enakan!
Cek dampaknya ke diri sendiri
Cari tahu ketika kamu “mengaktifkan” perasaan gak enakan tersebut apakah akan berdampak negatif atau positif terhadap diri sendiri dan seberapa besar pengaruhnya. Di bagian ini kamu bisa mengesampingkan perasaan dan penilaian orang lain.
Contohnya saat kamu bekerja untuk sebuah perusahaan dan di hari gajian kamu belum menerima upah kerja kamu, di lain sisi kamu memang membutuhkannya untuk biaya hidup. Kamu bisa langsung menanyakan untuk mendapat kejelasan terkait hal tersebut, jangan merasa gak enak karena itu hak kamu.
Contoh lain apabila kamu sedang janjian atau membangun komitmen dengan dengan orang lain, kamu harus bisa menanamkan rasa tidak enakan ini, karena ketika kamu akan berusaha untuk memenuhi kesepakatan tersebut dan menjaga penilaian orang terhadap profesionalitas dan pribadi kamu yang memang dapat dipercaya.
Sampai sini dapat poinnya? Ok lanjut…
Tetap Memiliki Sikap
Jika pada akhirnya perilaku tidak enakan ini membuat orang lain merendahkan atau menganggap diri kamu lemah, maka tunjukan sikap yang tegas.
Sikap yang kamu tunjukan adalah bentuk penghargaan dan penghormatan pada orang lain, akan tetapi jika responnya sebaliknya maka yakinlah itu memang tabiat yang mereka miliki, tidak peduli bagaimana sikap yang kamu tunjukan mereka akan tetap sama kepada siapapun dan setidaknya kita tahu sehingga memiliki langkah preventif saat berinteraksi dengan orang-orang tersebut..
Orang yang bisa menghargai tidak akan merendahkan atau memanfaatkan kebaikan seseorang untuk keuntungan pribadinya, so tetaplah rendah hati tanpa merendahkan diri.
Ohh iya, sedikit tambahan…
Dahulu kala ada seseorang yang diludahi, depan rumahnya dilempari kotoran dan di fitnah dengan berbagai macam tuduhan, tapi apakah itu menghilangkan nilai dirinya? Tentu saja tidak, bahkan hingga saat ini namanya telah tersebar seantero dunia dan menginspirasi Triliunan orang dari masa ke masa. We call him Nabi Muhammad SAW.
Stay humble and thankyou for reading! Peace 😀
0 Komentar