Sudah lama kau berkelana
Tak sempat menghitung waktunya
Menggores tapak dibanyak jalan raya
Dari kecil desa hingga besar kota
Ada rindu yang menunggu
Tak lelahkah dirimu?
Bahkan ke negeri seberang pun bertamu

Jangan bilang kau lupa air susumu

Berapa rupiah yang kau miliki

Bisakah membayar hati yang sedang terlukai?

Setiap hari merintih karena menanti sang buah hati

Pulang dan kembali memenuhi janji

Tutuplah sejenak matamu dari sadar

Hidup tak selalu tentang rupiah dan dolar

Agar di jalan kau tak jatuh dan terkapar

Tertidur pada keras tanah atau duri akar

Sudah saatnya engkau beristirahat

Dari kejamnya fikiranmu yang selalu mengundang penat

Dari lupamu untuk kembali ingat dan taat

Kepada baktimu yang bisa pergi setiap saat
Kategori: Puisi

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *