 |
“Orang lain boleh datang dan pergi sesuka hati, tetapi sahabat sejati selalu tetap di hati,” (Film Mengejar Matahari
|
Jika dihitung-hitung sampai sejauh ini ada berapa banyak sih teman yang kamu punya? Mungkin jika kita mengeceknya melaui akun media sosial bisa ratusan atau bahkan ribuan.
Apakah mereka semua benar-benar teman yang selalu bisa kamu andalkan?
yang selalu siap untuk menjadi bagian dari hidup kamu?
Tentunya jawabannya adalah tidak!
Ada perbedaan yang sangat jelas antara sekedar kenalan, teman biasa, dan sahabat. Ketiganya memiliki fungsi dan perannya masing-masing.
Kenalan dan teman belum tentu sahabat, tapi setiap kenalan dan teman bisa menjadi sahabat.
Coba kembali kita memperhatikan sekeliling kita dan teman-teman yang selama ini kita banggakan, apakah sudah layak disebut sebagai sahabat sejati atau belum.
Jika belum silahkan teman-teman simak tulisan saya kali ini karena dalam artikel ini saya akan memberikan tips pengalaman saya membangun hubungan persahabatan.
Sahabat Itu Dibentuk
Hal pertama yang harus kamu pahami dari persahabatan adalah sahabat itu bukan datang begitu saja entah dari mana kemudian menawarkan dirinya untuk jadi sahabat kita.
Sahabat itu dibentuk melalui sebuah proses perjalanan bersama dalam satu kisah dan cerita.
Siapapun orang itu mereka yang pernah memiliki hubungan dengan kita dapat berpotensi menjadi sahabat sejati kita.
Ketika kamu memiliki teman yang hadir dalam hidup kamu ataupun sebaliknya, itu akan menciptakan sebuah keeratan hubungan yang baik dan bersifat emosional.
Hubungan inilah yang dapat menyatukan kita dengan mereka, menciptakan kepedulian dan empati terhadap apa yang dirasakan satu sama lain.
Menerima Apa Adanya
Menjadi sahabat sejati bukan sekedar saling berbagi sedih dan bahagia, bukan juga tentang seberapa banyak menghabiskan waktu bersama-sama. Namun jauh lebih dalam maknanya dari itu semua.
Sahabat adalah mampu memahami bagian terburuk dari sahabatnya sendiri, segala kekurangan dan kelemahan sudah menjadi hal bisa yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
Sahabat sejati selalu tahu hal negatif yang dimiliki sahabatnya sehingga hal ini dapat meminimalisir resiko pertengkaran yang berakhir pada perpisahan atau pemutusan hubungan.
Kadang kala banyak diluar sana yang mengaku bersahabat namun hanya karena urusan sepeleh menjadikan mereka untuk tidak lagi bersahabat bahkan saling bermusuhan.
Dalam hal ini bukan berarti tidak ada pertengkaran, namun sebaliknya pertengkaran adalah hal biasa dan tidak mengapa.
Namun jika hal itu berakhir dengan terputusnya hubungan, menandakan bahwa kita tidak menerima sahabat kita sebagaimana adanya dia, dengan berbagai kekurangan dan kesalahan yang diperbuat.
Maka dari itu bagi kalian yang ingin mendapatkan sahabat, jangan pernah memandang dari fisik ataupun status sosialnya karena kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan.
Bisa jadi mereka yang saat ini kita pandang sebelah mata ternyata sangat berjasa buat kita.
Manusia tidak sempurna, jadi jika sahabat melakukan kesalahan itu bagian dari kelemahannya. Pertanyaannya adalah apakah kita bisa menerimanya?
Berani Mengkritik Dan Menegur
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan, maka yang harus kita pahami selajutnya adalah jangan pernah takut untuk menegur dan selalu mengingatkan sahabat kita.
Sahabat yang baik selalu berusaha menjaga sahabatnya agar selalu berada pada kebaikan.
Menegur kesalahan bukan berarti benci, namun sebaliknya ini adalah bentuk rasa sayang dan kepedulian.
Seorang sahabat juga harus bisa mendengarkan masukan dan saran dari sahabatnya.
Tidak Memaksakan Kehendak
Selayaknya dalam hubungan sosial manusia, menjadi bersahabat bukan berarti kita harus selalu menuruti kemauan sahabat kita ataupun mengikuti kehendak yang kita inginkan.
Kita harus belajar memberikan ruang satu sama lain agar bisa berpikir lebih jernih dan positif terhadap sesuatu, dan bukan mengekang.
Sahabat kita juga memiliki penilaian dan kehidupannya sendiri. Memaksakan kehendak hanya akan menampakkan keegoisan kita sebagai seorang sahabat dan hal ini tentunya akan menciptakan ketidaknyamanan dan jarak yang semakin jauh.
Saling Mendukung Dan Mendoakan
Saling mendukung dan mendoakan adalah salah satu poin penting yang tidak boleh lepas dari membangun hubungan persahabatan.
Memberikan dukungan akan melahirkan kekuatan tersendiri yang memiliki dampak positif bagi kita.
Mendukung kemudian melengkapinya dengan doa juga mampu menciptakan sebuah ikatan yang erat serta menghadirkan kepercayaan.
Mengangkat derajat persahabatan diatas materi, dan keberlanjutan yang lebih bermanfaat.
Intinya persahabatan adalah keyakinan kita terhadap hubungan itu sendiri.
Kita juga yang menciptakan dan membangunnya serta yang memiliki peran untuk mempertahankan dan menjadikan hubungan itu penuh arti dan makna.
Semoga kita bisa menemukan sahabat sejati kita.
0 Komentar