Dalam artikel ini kita akan membahas tentang cara menghadapi tukang buli. Simak hingga selesai yah!

Kamu pasti tahu gimana rasanya kalo sudah jadi objek bullying. Apalagi kalau sudah tiap hari betemu dengan teman-teman dan orang yang suka membuli. Sakit dan nyesek yaah? Wkwk

Padahal kamu juga pengen dong berteman dan bergaul sebagaimana biasanya. Bersama dengan teman-teman lain tanpa ada yang dibeda-bedakan.

“Lalu apa yang harus dilakukan?”

“Apakah tindakan bullying bisa dihindari?”

Kalau menurut saya hal ini sudah menjadi budaya dalam struktur sosial manusia di seluruh dunia. Bahkan beberapa orang menganggap ini sesuatu yang biasa.

Di manapun kamu berada, pasti akan bertemu dengan persoalan ini.

Yang perlu kamu garis bawahi adalah bagaimana sikap yang harus kamu ambil ketika berhadapan dengan kondisi tersebut.

Kamu harus tahu bahwa menunjukan sikap yang tepat akan mempengaruhi pada bagaimana perlakuan orang-orang terhadapmu.

Kamu bisa lakukan 7 Hal di bawah ini untuk mengatasi dan menghadapinya.

1. Jangan diam dan beri sedikit perlawanan

Kebanyakan orang sering diam ketika dibuli. Apalagi jika merasa diri tidak mampu melakukan apa-apa selain menerimanya.

Diam berarti kamu menunjukan kelemahan bahwa kamu tidak masalah jika dibuli.

Yang harus kamu lakukan hanyalah memberikan sedikit perlawanan.

Sebagai contoh : Jika kamu di ejek seseorang. Balaslah dengan ejekan yang kurang lebih sama tanpa harus menyinggung.

Anggap saja kamu sedang bercanda, karena dengan begitu mereka akan menilai kamu sebagai orang yang perlu diperhitungkan.

2. Jangan terlalu di tanggapi

Kadang beberapa orang hanya ingin mengetes kamu.

Apakah kamu mudah tersinggung, atau apakah kamu orangnya emosian dan menjengkelkan?

Sikap seperti ini biasanya selalu menjadi sasaran empuk bagi pelaku bulian. Kamu akan dianggap tidak asik dan dijauhi.

Caranya adalah dengan tidak terlalu di tanggapi secara berlebihan. Selama itu tidak melukai diri kamu dan masih dalam batasan yang wajar.

3. Pahami orang tersebut

Sebelum kamu benar-benar merasa bahwa kamu adalah korban. Sebaiknya kamu coba memahami mereka yang suka membuli.

Mungkin mereka memiliki masalah yang lebih menyedihkan dari kamu, dan membuli menjadi salah satu hal bagi mereka untuk melampiaskannya.

Bukan berarti membenarkan perilaku pembulian. Namun bisa jadi dengan memahami mereka akan membuatmu menjadi dewasa dan lebih logis dalam menilai.

4. Coba dekati dan berinteraksi

Selanjutnya cobalah kamu mendekati dan membangun interaksi dengan mereka. Bisa jadi selama ini mereka hanya ingin berkomunikasi dan bersahabat dengan kamu, hanya saja kamu yang terlalu tertutup.

Mungkin mereka tidak tahu cara lain untuk menarik perhatianmu. Sehingga melakukannya dengan cara demikian yang salah.

5. Jadi dominan

Biasanya dalam lingkungan dan kelompok tertentu seseorang bisa terhindar dari pembulian jika mampu mendominasi dan menonjolkan diri.

Kamu bisa mulai dengan memperlihatkan beberapa skill dan bakat yang kamu punya. Secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan pengakuan publik terhadap diri kamu.

Dengan begitu kamu lebih mudah diterima dan terhindar dari pembulian.

6. Bersikap Tegas

Pada beberapa kondisi, secara terpaksa kamu harus menunjukan sikap yang lebih tegas.

Beranikan dirimu dihadapan mereka. Kamu tidak gentar jika nantinya mereka berbuat tindakan buruk sekalipun.

Jangan biarkan mereka berasumsi kalau kamu itu penakut dan bisa terus-terusan membuli kamu.

7. Jangan berada di lingkungan itu

Bukan berarti lari. Namun lingkungan yang tidak sehat bisa saja mempengaruhi pola pikir dan kejiwaan kamu.

Ada beberapa orang yang memang tidak mudah untuk berubah. Apalagi dasarnya suka menindas dan menghakimi.

Ini adalah satu-satunya pilihan terakhir.

Karena kamu juga butuh ketenangan dan keamanan dengan mencari tempat yang lebih baik serta mendukung.

Hal yang patut kamu ingat adalah segala sesuatu itu kembali lagi pada diri sendiri. Jika kamu ingin diperlakukan dengan baik, maka bersikaplah dengan baik.

Selanjutnya siapkan mental kamu karena sebagaimana baiknya dirimu, pasti ada yang tidak menyukainya.

Yang terpenting kamu sudah berusaha dan menenunjukan bahwa kamu itu pantas untuk dihargai dan dihormati.

Tetap semangat!!!

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *